Apa Pula Perbedaan Cara Pendeskripsian Dari Kedua Teks Tersebut

Pengenalan

Pendeskripsian atau deskripsi adalah salah satu jenis teks yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Teks deskripsi digunakan untuk menggambarkan atau menjelaskan suatu objek, tempat, atau orang. Dalam pembuatan teks deskripsi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti gaya penulisan, struktur kalimat, dan pemilihan kata. Namun, apakah Anda tahu bahwa ada perbedaan cara pendeskripsian dari kedua teks tersebut?

Teks Deskripsi Fiksi

Teks deskripsi fiksi adalah teks yang digunakan dalam karya sastra, seperti novel, cerpen, atau puisi. Teks deskripsi fiksi biasanya lebih bebas dan tidak terikat oleh fakta atau kebenaran. Penulis menggunakan imajinasi untuk menggambarkan suatu objek atau tempat secara lebih hidup dan detail. Misalnya, dalam novel fantasi, penulis dapat menggambarkan suatu dunia yang penuh dengan keajaiban dan makhluk-makhluk fantastis.

Teks Deskripsi Non-Fiksi

Teks deskripsi non-fiksi adalah teks yang digunakan dalam tulisan ilmiah atau berita. Teks deskripsi non-fiksi harus lebih objektif dan terikat oleh fakta atau kebenaran. Penulis harus menggunakan data dan informasi yang akurat untuk menggambarkan suatu objek atau tempat. Misalnya, dalam artikel tentang wisata, penulis harus memberikan informasi yang jelas dan akurat tentang tempat tersebut, seperti lokasi, harga tiket, fasilitas, dan sebagainya.

Pemilihan Kata

Salah satu perbedaan cara pendeskripsian dari kedua teks tersebut adalah pemilihan kata. Dalam teks deskripsi fiksi, penulis sering menggunakan kata-kata yang lebih kreatif dan berwarna-warni. Kata-kata tersebut dapat membantu membentuk imajinasi pembaca dan membuat cerita menjadi lebih hidup. Sedangkan dalam teks deskripsi non-fiksi, penulis harus menggunakan kata-kata yang lebih tepat dan akurat. Kata-kata tersebut harus dapat menggambarkan objek atau tempat dengan jelas dan mudah dipahami.

Struktur Kalimat

Selain pemilihan kata, struktur kalimat juga berbeda antara teks deskripsi fiksi dan non-fiksi. Dalam teks deskripsi fiksi, penulis sering menggunakan kalimat yang lebih panjang dan kompleks. Kalimat-kalimat tersebut dapat membantu membangun suasana atau situasi dalam cerita. Sedangkan dalam teks deskripsi non-fiksi, penulis harus menggunakan kalimat yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Kalimat-kalimat tersebut harus dapat menjelaskan objek atau tempat dengan jelas dan ringkas.

Gaya Penulisan

Gaya penulisan juga merupakan salah satu perbedaan cara pendeskripsian dari kedua teks tersebut. Dalam teks deskripsi fiksi, penulis sering menggunakan gaya penulisan yang lebih subjektif. Penulis dapat menggunakan sudut pandang orang pertama atau ketiga untuk menggambarkan suatu objek atau tempat. Sedangkan dalam teks deskripsi non-fiksi, penulis harus menggunakan gaya penulisan yang lebih objektif. Penulis harus menghindari penggunaan sudut pandang orang pertama atau ketiga, dan lebih fokus pada fakta atau kebenaran.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan cara pendeskripsian dari kedua teks tersebut. Teks deskripsi fiksi lebih bebas dan menggunakan imajinasi untuk menggambarkan suatu objek atau tempat, sedangkan teks deskripsi non-fiksi lebih objektif dan terikat oleh fakta atau kebenaran. Selain itu, pemilihan kata, struktur kalimat, dan gaya penulisan juga berbeda antara kedua teks tersebut.

Sampai Jumpa Kembali di Artikel Menarik Lainnya

Tinggalkan komentar